Thursday, April 26, 2018

TUGAS FEATURE : KPOP di Kehidupan Remaja

Demam Korean Pop atau yang disingkat K-POP di Indonesia sudah terjadi cukup lama. Pada saat kpop mulai masuk ke Indonesia, banyak yang berbondong-bondong ngefans dengan oppa dan unnie korea. Memang tidak ada yang salah jika kita mengidolakan mereka. Kpop itu ibarat jurang tak berujung.

KPOP itu adiktif. Setiap berhasil menemukan satu grup, kita akan mengidolakannya, yang kemudian berlanjut mencari informasi tentang anggota grup tersebut satu-satu, lalu menentukan siapa member terfavorit kita di antara sekian anggota grup. Setelah tau siapa member favorit kita, kita akan stalking, mencari kapan ulang tahunnya, dan mencari foto-fotonya atau pun fakta-fakta tentangnya biar kita merasa lebih dekat dengan idol. Kemudian muncul satu grup lagi, dan siklus tersebut kembali berulang.

Para fangirl dan fanboy pernah merasakan yang namanya bahagia sampe ketawa-ketawa sendiri, hingga nangis sedih galau di pojokan kamar. Entah sedihnya gara-gara salah satu member ada yang tiba-tiba keluar dari grup, kemudian berita idol kita yang berkencan, atau gara-gara sebentar lagi konser dan kita nggak mampu buat nonton konsernya padahal konser di negara kita merupakan hal yang langka. Melihat idol bahagia aja kita udah bahagia banget. Sebaliknya saat idol dikabarkan cedera atau kelelahan saat konser, kita juga turut merasa sakit dan sedih. Seolah-olah semua yang mereka rasakan, kita juga ikut merasakannya,

Menjadi fans KPOP yang 'sebenarnya' itu membutuhkan waktu, biaya, niat, dan tenaga yang tidak sedikit. Untuk menghadiri fansign saja kita harus membeli ratusan album yang kemudian kita menunggu undian nama kita untuk masuk ke dalam list fansign. Padahal harga satu album saja sudah mahal. Belum lagi photobook, tiket konser, biaya kuota internet bagi fans yang hanya bisa melihat idol dari layar kaca, dan segala merchandise dunia per-kpopan. 

Jangan jadi fans yang posesif yang berpikiran bahwa idol hanya milik kita. Kita hidup di dunia nyata, bukan seperti di drama korea yang ceritanya sudah diatur sedemikian rupa. Ambil untungnya buang ruginya. Dari KPOP kita bisa memanfaatkan hal-hal positif misalnya seperti membuka online shop yang berjualan merchandise kpop, menawarkan jasa membuat fan art, membuka biro perjalanan konser, atau mencari relasi dengan teman sesama kpop.

Ingat, kpop bukan segalanya. Walau pun K-POP adiktif dan menyenangkan, banyak hal yang masih bisa dilakukan di samping menatapi layar. Meskipun kita terus terjebak di jurang kpop dan terus berusaha mencari tau segala hal tentang kpop.. Jadilah fans kpop yang produktif ya!

No comments:

Post a Comment